Monday, 20 July 2026
Jaringan Media
Logo Site
TERPOPULER • PCNU dan PEMKAB BANYUWANGI Sinergikan Langkah untuk Kemaslahatan Umat • MANTABKAN LANGKAH, PCNU RAPAT KORDINASI • Nu Online Merancang Grand Planing 5 Tahun Kedepan • KEPALA BPN SAMBANGI PCNU • PENGUKUHAN LTNU, SEBAGAI WUJUD GERAKAN LITERASI NU BANYUWANGI • Optimalisasi Website NU Online, PCNU Banyuwangi Gelar Meet and Great Virtual Bersama NU Online • Pengurus Baru LKNU Banyuwangi Dikukuhkan, Siap Bangun Zona Hijau Kesehatan • GP Ansor Muncar Gelar Istighatsah Malam Petik Laut, Doakan Ikan Melimpah dan Ekonomi Nelayan Membaik • PCNU Banyuwangi Sambut Silaturahmi DPC PKB Jelang Harlah Ke-28, Teguhkan Sinergi untuk Umat • "MWC, Lembaga, dan Banom Harus Aktif dan Satu Komando," Tegas Ketua PCNU Banyuwangi dalam TURBA Ngerandu NU di Kalipuro

Turba PCNU Banyuwangi di Pesanggaran Hasilkan Rekomendasi Penguatan Program Banom dan Lembaga NU

NU Online Banyuwangi

Editor/Penulisa 12 Jul 2026 16:49 WIB

Bagikan Artikel
Link berhasil disalin!

Banyuwangi – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi menggelar kegiatan Turba (Turun ke Bawah) bertajuk “Ngerandu NU” di MWCNU Pesanggaran, Minggu (12/7/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, verifikasi organisasi,  sekaligus forum penyusunan program strategis yang melibatkan jajaran MWCNU, PAC, ranting, badan otonom (Banom), dan lembaga NU.

 

Dalam forum sidang komisi, masing-masing Banom dan Lembaga memaparkan sejumlah program yang diharapkan dapat diimplementasikan mulai dari tingkat MWC, PAC hingga ranting.

 

Dari unsur Banom, IPNU-IPPNU menyoroti belum aktifnya kepengurusan PAC IPNU-IPPNU Pesanggaran sehingga diperlukan langkah percepatan revitalisasi organisasi. Sementara itu, JATMAN mengusulkan pembuatan podcast sebagai media dakwah untuk mengantisipasi framing negatif terhadap pondok pesantren. Adapun PERGUNU menawarkan program beasiswa jenjang S1 hingga S3 bagi anggota PERGUNU, baik guru yang belum menempuh pendidikan tinggi, guru yang ingin melanjutkan studi, maupun anak-anak guru melalui kerja sama dengan pondok pesantren yang berada di bawah naungan Pimpinan Pusat PERGUNU.

 

Sementara dari unsur Lembaga, LDNU mendorong optimalisasi dakwah digital melalui seluruh platform media sosial serta pembentukan kepengurusan LDNU di setiap MWCNU.

 

LAZISNU memaparkan empat program prioritas, yakni penataan UPZIS mulai tingkat ranting hingga MWC, penerapan sistem pembayaran sedekah berbasis QRIS LAZISNU, pengembangan program BPJS LAZISNU, serta penguatan kelembagaan melalui intensifikasi Gerakan Koin NU dengan mewajibkan setiap pengurus memiliki kotak Koin NU.

 

Di bidang keluarga dan kesehatan, LKKNU mengusulkan berbagai program, di antaranya pendampingan administrasi kependudukan warga NU melalui program isbat nikah bekerja sama dengan Pengadilan Agama, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Agama, serta BAZNAS.

 

Selain itu, LKKNU juga merancang bimbingan teknis anti-perundungan bagi siswa sekolah dan santri, layanan konseling keluarga sakinah, edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan stunting bersama Dinas Kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pelatihan manajemen keuangan dan keterampilan rumah tangga.

 

Kemudian, LPNU menawarkan program pemberdayaan ekonomi warga melalui perintisan Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama (BUMNU) di Banyuwangi, pendirian MBTNU, usaha travel, hingga pengembangan usaha lainnya. LPNU juga mengusulkan agar kantor MWCNU menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, khususnya warga Nahdliyin, sekaligus memberikan pendampingan perizinan usaha.

 

Dari sektor pendidikan, LP. Ma’arif NU mengusung Gerakan Ayo Sekolah di seluruh lembaga pendidikan naungan LP. Ma’arif, mulai madrasah hingga perguruan tinggi NU, serta pendataan seluruh lembaga pendidikan di bawah naungannya.

 

Sedangkan LPBI NU, memprioritaskan pembentukan kepengurusan LPBI di tingkat MWC serta penguatan program pelestarian lingkungan melalui gerakan “LPBI Jaga Bumi”.

 

Dalam sambutannya, Sekretaris PCNU Banyuwangi, Bisri Mustofa, menyampaikan bahwa dari 13 ranting di wilayah MWCNU Pesanggaran, sebanyak 10 ranting telah terverifikasi. Menurutnya, Turba menjadi momentum bagi PCNU untuk melihat secara langsung kondisi organisasi di tingkat bawah, sehingga dapat diketahui berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi setiap ranting.

 

“Dari 13 ranting yang terverifikasi ada 10 ranting. Hari ini dalam rangka Turba, tujuan kita melakukan verifikasi adalah melihat secara faktual. Ada satu kesimpulan kecil, ‘Sing penting ranting onok, sing penting ranting urip.’ Nah, ini menjadi tanggung jawab PCNU. Karena itu kami meminta agar secepatnya disusun program kerja yang benar-benar mampu menghidupkan ranting-ranting NU.”

 

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari terbentuknya kepengurusan, tetapi juga dari aktivitas dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. Bisri menilai setiap ranting perlu memiliki program kerja yang berkelanjutan agar mampu menjadi pusat pelayanan keagamaan, sosial, pendidikan, maupun pemberdayaan warga Nahdliyin. Melalui Turba, PCNU Banyuwangi juga berkomitmen memberikan pendampingan kepada ranting-ranting agar lebih aktif, mandiri, dan memiliki arah gerak yang jelas.

 

Sementara itu, Ketua MWCNU Pesanggaran menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Turba “Ngerandu NU” di wilayahnya. Ia berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan sekaligus menjadi momentum untuk membangkitkan semangat seluruh pengurus di tingkat MWC, PAC, hingga ranting.

 

“Semoga Turba ini membawa berkah bagi para pengurus MWCNU, PAC, dan ranting di Pesanggaran. Mudah-mudahan kegiatan ini membuahkan hasil sehingga semua pengurus semakin aktif, semakin masif bergerak. Kami juga membutuhkan nasihat dan arahan dari PCNU Banyuwangi. Harapan kami, setelah kegiatan ini seluruh pengurus kembali tergugah untuk berkegiatan.”

 

Ia menjelaskan bahwa kehadiran jajaran PCNU Banyuwangi memberikan motivasi sekaligus kesempatan bagi pengurus di tingkat kecamatan untuk melakukan evaluasi organisasi. Menurutnya, arahan dan pembinaan dari PCNU menjadi bekal penting dalam menjalankan berbagai program yang telah dirumuskan dalam sidang komisi. Dengan semangat kebersamaan tersebut, MWCNU Pesanggaran optimistis seluruh badan otonom, lembaga, dan ranting dapat bergerak lebih aktif serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Melalui Turba “Ngerandu NU”, PCNU Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas organisasi hingga tingkat akar rumput. Berbagai rekomendasi yang lahir dari sidang komisi diharapkan tidak berhenti sebagai hasil diskusi, melainkan segera ditindaklanjuti menjadi program kerja yang terukur dan berkelanjutan. Dengan demikian, keberadaan NU di setiap ranting diharapkan semakin hidup, aktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, ekonomi, serta pemberdayaan masyarakat.

 

Pewarta: Aldi Asy Syaikh Ar Rois

 

Ditulis Oleh

NU Online Banyuwangi

Jurnalis / Kontributor resmi portal berita.

Membuka dokumen...

Link berhasil disalin!